Skema Metagenesis Tumbuhan Lumut

velora.co.id – Tanaman lumut adalah tanaman yang memiliki habitatnya di daerah basah seperti sumur dan batu. Tanaman lumut dalam siklus hidupnya mengalami lebih banyak rotasi atau metagenesis dan terjadi moultagenesis antara fase haploid (gametofit) dan fase diploid (sporofit).

Bentuk gametophytes musk sayuran adalah protofem moofasic sporofito, sedangkan bentuk sporofonik adalah sporogoni. Dibandingkan fase gametophyte, tanaman lumut lebih dominan dan memiliki masa hidup lebih lama.

Tanaman lumut diperbanyak dengan metagenesis, yang merupakan rotasi teratur keturunan antara produksi sporofit (2n) dan produksi gametofit (n).

Skema metagenesis lumut bersama dengan penjelasannya

Produksi gametofit menghasilkan gamet jantan dan gamet betina, sedangkan produksi sporofit menghasilkan spora. Gametofit adalah generasi dominan dalam siklus hidup tanaman lumut. Berikut adalah skema metagenesis dari tanaman lumut dan penjelasan tentang proses metagenesis pada tanaman lumut, lihat penjelasan berikut:

skema metagenesis tumbuhan lumut

Metagenesis dimulai dengan perkecambahan spora yang sangat kecil (haploid) di protalium (protonem). Di dalam proton ada tunas yang tumbuh dan berkembang menjadi tanaman lumut (tanaman gametophytic). Ada protonem yang tumbuh dan yang lain tidak tumbuh.

Gametangium terbentuk pada tanaman lumut (gametophytes), yaitu sel reproduksi pria (spermatozoa) dan sel reproduksi wanita (sel telur). Sel reproduksi pria ini diproduksi oleh anteridium dan sel reproduksi wanita dari Aregonium.

Perpaduan sperma dan telur menghasilkan zigot, yang terus berkembang menjadi embrio diploid. Pada embrio, ia tumbuh dalam tubuh bulat dengan batang pendek atau panjang yang disebut sporogonium (tanaman sporophyte).

Bagian bundar dibentuk oleh spora, jadi orang sering berbicara tentang spora kapsuler, yang identik dengan sporogonium. Spora dikumpulkan dalam kotak spora (sporangium).

Spora menjadi proton dan proton menjadi tanaman lumut dan seterusnya ketika spora jatuh ke tempat yang lembab dan sesuai dengan tempat pertumbuhan.

Reproduksi generatif terjadi melalui perkawinan antara gamet jantan dan betina. Perbanyakan vegetatif terjadi dalam dua cara.

a. Bentuk spora haploid yang merupakan homospora.
b. Mug permata.

Sumber: skema metagenesis tumbuhan lumut

Baca Artikel Lainnya:

Pengertian Persegi Panjang

Biografi Singkat Tuanku Imam Bonjol

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *